Antarmuka Sederhana, Dampak Besar: Riset Dosen Umsida Ungkap Pentingnya Desain Aplikasi bagi Kerja Lapangan

Bisnisdigital.umsida.ac.id – Perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak proses kerja di berbagai lembaga, termasuk dalam pengumpulan data lapangan.

Namun, keberhasilan sebuah aplikasi ternyata tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fitur, tetapi juga oleh kemudahan pengguna dalam memahaminya.

Hal inilah yang menjadi sorotan dalam penelitian yang dilakukan oleh Mochamad Rizal Yulianto SE MM, dosen Program Studi Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Penelitian tersebut berjudul “Analisis Perbandingan Pengalaman Pengguna pada Aplikasi Pemetaan Lokasi di BPS Sidoarjo (Studi Kasus pada SW Maps dan Kendedes Mobile)”.

Riset ini menganalisis pengalaman pengguna dalam menggunakan dua aplikasi pemetaan lokasi usaha yang digunakan dalam kegiatan pendataan lapangan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam persiapan Sensus Ekonomi 2026.

Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data dari wawancara mendalam dengan pegawai BPS serta mahasiswa magang yang pernah menggunakan kedua aplikasi tersebut saat melakukan pemetaan lokasi usaha di lapangan.

Baca juga: Lewat Audiensi Mahasiswa Administrasi Publik Umsida Dalami Mitigasi Banjir

Antarmuka Sederhana Mempermudah Pengguna Baru
Sumber: Pexels

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah bahwa desain antarmuka aplikasi sangat memengaruhi pengalaman pengguna.

Aplikasi yang memiliki tampilan sederhana dan alur kerja yang jelas dinilai lebih mudah dipahami oleh pengguna, terutama bagi mereka yang baru pertama kali menggunakan sistem tersebut.

Dalam penelitian tersebut, SW Maps sebenarnya memiliki banyak fitur yang mendukung proses pemetaan lokasi secara detail.

Namun, banyaknya fitur yang tersedia justru dapat menimbulkan kebingungan bagi pengguna baru yang belum terbiasa dengan sistem tersebut.

Sebaliknya, Kendedes Mobile dinilai memiliki tampilan yang lebih ringkas dan alur navigasi yang lebih mudah dipahami.

Hal ini membuat pengguna dapat langsung memahami langkah-langkah kerja dalam aplikasi tanpa perlu waktu adaptasi yang terlalu lama.

Menurut Rizal, kesederhanaan desain antarmuka bukan berarti mengurangi kualitas sistem, tetapi justru dapat meningkatkan efektivitas kerja di lapangan.

“Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman pengguna tidak hanya ditentukan oleh banyaknya fitur yang tersedia, tetapi juga oleh bagaimana aplikasi tersebut dirancang agar mudah dipahami dan digunakan oleh penggunanya,” ujarnya.

Lihat juga: Shadow Ban dan Visibility Crisis Saat Brand Tiba Tiba Hilang di Media Sosial

Navigasi dan Alur Kerja Menentukan Efektivitas Kerja

Penelitian ini juga menegaskan bahwa kejelasan alur kerja dalam aplikasi sangat berpengaruh terhadap produktivitas petugas lapangan.

Dalam kegiatan pemetaan lokasi usaha, petugas harus bekerja secara cepat dan efisien agar proses pengumpulan data berjalan optimal.

Jika aplikasi memiliki navigasi yang rumit atau tampilan yang terlalu kompleks, pengguna akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami cara kerjanya.

Kondisi ini dapat memperlambat proses pendataan di lapangan.

Sebaliknya, aplikasi dengan alur kerja yang jelas memungkinkan pengguna untuk langsung fokus pada kegiatan pengumpulan data tanpa harus menghadapi hambatan teknis yang tidak perlu.

“Menurutnya, hal ini memperlihatkan bahwa desain antarmuka yang sederhana dan alur kerja yang terstruktur dapat membantu meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus mempercepat proses kerja di lapangan,” jelasnya.

Desain Aplikasi Menjadi Faktor Penting dalam Pengalaman Pengguna

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman pengguna tidak hanya berkaitan dengan performa sistem atau kelengkapan fitur, tetapi juga dengan bagaimana aplikasi tersebut dirancang dari sisi pengguna.

Dalam konteks pekerjaan lapangan seperti pemetaan lokasi usaha, pengguna membutuhkan aplikasi yang praktis, intuitif, dan mudah dioperasikan.

Desain antarmuka yang sederhana dapat membantu mengurangi kesalahan penggunaan serta mempercepat proses adaptasi bagi pengguna baru.

“Menurutnya, hal ini menjadi pelajaran penting bagi pengembang aplikasi, terutama dalam sistem berbasis mobile yang digunakan untuk kegiatan lapangan. Aplikasi yang sederhana, intuitif, dan terintegrasi dengan baik akan memberikan pengalaman pengguna yang lebih positif serta meningkatkan efektivitas kerja,” ungkap Rizal.

Melalui penelitian ini, Rizal berharap pengembangan aplikasi pemetaan di masa depan tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan pengguna di lapangan.

Dengan demikian, teknologi digital benar-benar dapat menjadi alat yang membantu pekerjaan manusia, bukan justru menambah kerumitan dalam proses kerja.

Sumber Jurnal: Analisis Perbandingan Pengalaman Pengguna pada Aplkasi Pemetaan Lokasi di BPS Sidoarjo (Studi Kasus pada SW Maps dan Kendedes Mobile).

Penulis: Indah Nurul Ainiyah