Bisnisdigital.umsida.ac.id – Di era digital ini, bisnis semakin bergantung pada teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan pasar.
Platform digital dan algoritma yang digunakan untuk menyaring informasi, menawarkan produk, hingga menentukan harga telah mengubah cara perusahaan beroperasi.
Namun, dengan segala kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi, muncul pula berbagai tantangan etika yang harus dihadapi oleh pebisnis dan konsumen.
Tantangan ini tidak hanya terkait dengan perlindungan data pribadi, tetapi juga dengan bagaimana bisnis menjalankan operasional mereka di ruang yang semakin terkendali oleh algoritma dan platform besar.
Baca juga: Mens Rea: Stand Up Comedy yang Menjadi Bisnis dan Pengatur Opini Publik
Dominasi Platform dan Algoritma dalam Bisnis Digital
Platform digital seperti media sosial, e-commerce, dan layanan berbasis aplikasi telah mengubah lanskap bisnis secara signifikan.
Dengan menggunakan algoritma canggih, platform-platform ini mampu menawarkan pengalaman yang sangat dipersonalisasi, baik untuk konsumen maupun pengiklan.
Namun, di balik kenyamanan dan kemudahan tersebut, terdapat risiko besar terkait dengan perlindungan data pribadi, privasi, serta potensi penyalahgunaan informasi.
Bisnis yang memanfaatkan data pengguna untuk meraih keuntungan sering kali menghadapi dilema etika terkait dengan batasan-batasan yang harus diterapkan pada pengumpulan dan penggunaan data tersebut.
Algoritma yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan keuntungan sering kali memunculkan bias yang tidak terlihat.
Algoritma dapat memperburuk ketidaksetaraan yang ada, memperkuat stereotip, atau bahkan memperburuk masalah sosial jika tidak diawasi dengan baik.
Misalnya, dalam dunia e-commerce, algoritma yang digunakan untuk menentukan harga produk berdasarkan perilaku konsumen dapat mengarah pada praktik diskriminasi harga.
Konsumen yang berbeda mungkin akan dikenakan harga yang berbeda untuk produk yang sama, tergantung pada data yang dikumpulkan tentang mereka.
Lihat juga: Siapkan Aslab menjadi Generasi Peneliti Cerdas, Prodi Bisnis Digital Umsida Gelar Pelatihan bagi Asisten Lab
Etika Bisnis di Era Algoritma dan Platform
Tantangan utama bagi pebisnis digital adalah bagaimana mengelola etika dalam penggunaan platform dan algoritma yang mengatur transaksi bisnis mereka.
Untuk menjaga kepercayaan konsumen, perusahaan harus memiliki kebijakan yang jelas dan transparan terkait dengan pengumpulan dan penggunaan data.
Perlindungan data pribadi harus menjadi prioritas utama dalam setiap transaksi digital, serta memastikan bahwa teknologi yang digunakan tidak menimbulkan kerugian atau ketidakadilan bagi konsumen.
Selain itu, perusahaan juga harus mengelola risiko bias algoritma dengan hati-hati.
Penggunaan algoritma yang tidak mempertimbangkan keanekaragaman sosial dan budaya dapat memperburuk ketimpangan yang ada.
Oleh karena itu, pengawasan terhadap algoritma yang digunakan dalam bisnis digital sangat penting untuk memastikan bahwa praktik bisnis yang diterapkan tetap adil dan beretika.
Secara keseluruhan, di tengah dominasi platform dan algoritma, bisnis digital harus memprioritaskan tanggung jawab etika.
Hal ini bukan hanya untuk menjaga reputasi perusahaan, tetapi juga untuk memastikan bahwa teknologi dapat digunakan untuk kebaikan bersama tanpa merugikan konsumen atau masyarakat secara luas.
Etika dalam bisnis digital bukan sekadar pilihan, tetapi merupakan kewajiban yang harus dipegang teguh dalam menjalankan bisnis yang transparan, adil, dan berkelanjutan.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah










