Bisnisdigital.umsida.ac.id– Menjadi pemimpin hebat tidak cukup hanya memahami teori. Keberanian mengambil keputusan dan bekerja sama juga sangat dibutuhkan.
Semangat tersebut hadir dalam LKMMTD Bisnis Digital Umsida 2026. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, (2–3/11/2026). Lokasinya berada di Villa Hosea, Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Himpunan Mahasiswa (HIMA) Bisnis Digital menyelenggarakan kegiatan tersebut. Mereka mengusung tema “Membangun Digital Leader: Inovatif, Adaptif, dan Solutif”.
Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan mahasiswa. Selain itu, peserta diajak membangun solidaritas melalui berbagai aktivitas.
Ketua HIMA Bisnis Digital, Naylha Arya Azzahra, menjelaskan tujuan kegiatan. Menurutnya, kepemimpinan harus dibangun melalui pengalaman dan kebersamaan.
Baca Juga: Belanja Dulu, Bayar Nanti: Mengapa Kepercayaan Jadi Taruhan Pengguna PayLater?
Membangun Pemimpin Digital Masa Depan

Perkembangan teknologi menuntut mahasiswa memiliki kemampuan yang semakin beragam. Penguasaan teknologi saja belum cukup menghadapi berbagai tantangan.
Mahasiswa juga membutuhkan kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah. Karena itu, LKMMTD menghadirkan pembelajaran yang relevan.
“Mahasiswa Bisnis Digital tidak hanya dituntut memahami perkembangan teknologi. Mereka juga harus memiliki jiwa kepemimpinan,” ujar Naylha.
Menurutnya, tema kegiatan mencerminkan kebutuhan pemimpin pada era digital. Pemimpin harus mampu menciptakan inovasi dan menghadapi perubahan.
LKMMTD 2026 menyasar calon anggota HIMA Bisnis Digital angkatan 2026. Panitia menargetkan keikutsertaan sebanyak 30 mahasiswa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal pembentukan karakter organisasi. Mahasiswa diharapkan mampu mengenali potensi kepemimpinan masing-masing.
Belajar Kepemimpinan Melalui Pengalaman Langsung
Suasana LKMMTD tidak hanya diisi penyampaian materi kepemimpinan. Berbagai aktivitas kelompok turut menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Peserta mengikuti diskusi, permainan kelompok, dan latihan kerja sama. Panitia juga menyampaikan hasil lomba business plan antarkelompok.
Materi kegiatan mencakup komunikasi, manajemen organisasi, dan penyelesaian masalah. Setiap aktivitas dirancang untuk melatih tanggung jawab peserta.
Mahasiswa didorong menyampaikan pendapat dan menghargai pandangan orang lain. Mereka juga belajar mengambil keputusan bersama dalam kelompok.
“Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori. Mereka juga dilibatkan dalam kegiatan yang membutuhkan komunikasi dan tanggung jawab. Melalui pengalaman tersebut, nilai kepemimpinan dapat tumbuh,” jelas Naylha.
Pendekatan tersebut memberikan ruang pembelajaran yang lebih interaktif. Peserta dapat langsung menerapkan pengetahuan melalui aktivitas bersama.
Pengalaman ini diharapkan meningkatkan keberanian mahasiswa menghadapi berbagai tantangan. Terutama ketika mereka mulai terlibat dalam kegiatan organisasi.
Lihat Juga:Berawal dari Ide Kreatif, Vivi Jadi Wisudawan Berprestasi Bisnis Digital Umsida
Mempererat Solidaritas dan Kebersamaan Mahasiswa
LKMMTD tahun ini juga memberikan perhatian terhadap hubungan antarmahasiswa. Panitia menggabungkan pelatihan kepemimpinan dengan kegiatan mempererat kebersamaan.
Konsep tersebut menjadi salah satu fokus pelaksanaan LKMMTD 2026. Peserta tidak hanya diarahkan menjadi pemimpin yang kompeten.
Mereka juga diajak membangun kepercayaan dan rasa kekeluargaan. Kebersamaan tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan organisasi.
“Kami ingin peserta mendapatkan pengalaman bermanfaat untuk pengembangan diri. Kegiatan ini juga menjadi awal terbentuknya hubungan yang baik. Terutama dalam satu angkatan himpunan mahasiswa,” ungkap Naylha.
Melalui aktivitas bersama, peserta memiliki kesempatan mengenal karakter teman-temannya. Interaksi tersebut diharapkan memperkuat komunikasi dan solidaritas antarmahasiswa.
Naylha berharap manfaat kegiatan terus dirasakan setelah LKMMTD berakhir. Peserta diharapkan semakin percaya diri dalam menjalankan tanggung jawab.
Ia juga menekankan pentingnya kontribusi mahasiswa terhadap program studi.
“Saya berharap mereka menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Mereka juga harus bertanggung jawab dan mampu bekerja sama. Semoga terbentuk angkatan Bisnis Digital yang solid dan aktif,” tuturnya.
LKMMTD menjadi langkah awal menyiapkan generasi pemimpin muda. Generasi yang mampu berinovasi sekaligus menjaga semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, HIMA Bisnis Digital menanamkan nilai kepemimpinan. Nilai tersebut diharapkan berkembang dalam kehidupan akademik maupun organisasi.
Penulis: Selvy Dwi Machmuda










