Bisnisdigital.umsida.ac.id – Satu notifikasi promo bisa mengubah rencana belanja seseorang.
Harga terlihat lebih murah setelah potongan ditampilkan. Cashback membuat transaksi terasa semakin menguntungkan.
Gratis ongkir juga membuat biaya belanja terasa ringan. Fenomena tersebut menarik ketika dikaitkan dengan penggunaan PayLater.
Konsumen dapat membeli fashion tanpa pembayaran langsung. Promo kemudian hadir sebagai dorongan tambahan dalam keputusan pembelian.
Temuan penelitian dosen Bisnis Digital Umsida memperkuat fenomena tersebut. Penelitian dilakukan terhadap pengguna Shopee PayLater di Sidoarjo.
Sebanyak 140 pengguna menjadi responden dalam penelitian tersebut. Penelitian tersebut menguji kemudahan penggunaan, promosi, dan kepercayaan.
Ketiganya dianalisis terhadap keputusan pembelian produk fashion. Hasilnya menunjukkan promosi memiliki pengaruh positif dan signifikan.
Temuan tersebut membuka pertanyaan tentang kekuatan sebuah promosi.
Mengapa potongan harga dapat memengaruhi keputusan pembelian? Apa yang membuat penawaran terasa sulit dilewatkan?
Baca juga: Menakar Ulang Gengsi: Membaca Fenomena “In This Economy” dan Seni Bertahan Lewat “Downgrade”
Promo Mengubah Cara Konsumen Memilih

Dalam penelitian tersebut, promosi menjadi salah satu variabel utama. Promosi mencakup aktivitas untuk menarik perhatian konsumen.
Tujuannya juga mendorong konsumen mengambil keputusan pembelian. Bentuk promosi yang dibahas cukup dekat dengan keseharian.
Contohnya meliputi diskon dan cashback bagi pengguna. Penawaran khusus juga menjadi bagian strategi promosi.
Gratis ongkir turut menjadi daya tarik transaksi. Promosi dapat meningkatkan persepsi nilai sebuah produk.
Konsumen merasa memperoleh nilai lebih dari penawaran tersebut. Situasi tersebut kemudian dapat mendorong keputusan pembelian.
Pada konteks PayLater, mekanismenya menjadi semakin menarik. Konsumen memiliki pilihan pembayaran yang ditunda.
Promosi kemudian hadir bersamaan dengan fleksibilitas pembayaran tersebut. Kombinasi tersebut membuat perilaku konsumen menarik untuk diamati.
Keputusan membeli tidak hanya berkaitan dengan produk. Insentif yang diberikan juga ikut memainkan peran.
Lihat juga: Persepsi Biaya dan Kesiapan Ekonomi sebagai Determinan Adopsi Teknologi Digital pada UMKM Pedesaan
Angka Penelitian Menunjukkan Pengaruh Signifikan
Hasil penelitian memberikan angka yang cukup jelas. Promosi memiliki koefisien jalur sebesar 0,648.
Nilai t-statistic tercatat mencapai 6,398. Sementara itu, p-value berada pada angka 0,000.
Hasil tersebut membuat hipotesis mengenai pengaruh promosi diterima. Artinya, promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh tersebut juga dinyatakan signifikan secara statistik. Menariknya, promosi menjadi faktor paling berpengaruh penelitian tersebut.
Temuan tersebut dibandingkan dengan kemudahan dan kepercayaan. Promosi memiliki nilai t-statistic paling tinggi di antara keduanya.
Namun, angka tersebut tidak berarti semua pembelian disebabkan promo. Penelitian tetap melihat keputusan pembelian melalui tiga variabel.
Kemudahan penggunaan dan kepercayaan juga berpengaruh signifikan. Model penelitian bahkan menjelaskan 95,9 persen variasi keputusan pembelian.
Sebanyak 4,1 persen dipengaruhi faktor lain. Angka tersebut menunjukkan kekuatan model penelitian secara statistik.
Namun, pembaca tetap perlu memahami batas temuan tersebut.
Ketika Promo Menjadi Strategi Persuasi
Temuan penelitian memberikan pelajaran bagi pelaku bisnis digital. Promosi tidak cukup sekadar dibuat menarik.
Promosi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Penelitian mencatat efektivitas promosi bergantung pada relevansinya.
Penawaran yang tidak sesuai kebutuhan belum tentu efektif. Karena itu, promo bukan sekadar persoalan harga murah.
Ada strategi komunikasi di balik setiap penawaran. Ada pula upaya menciptakan ketertarikan terhadap produk.
Dalam konteks fashion, strategi tersebut memiliki ruang besar. Produk fashion sangat mudah dipasarkan melalui platform digital.
PayLater kemudian memberikan alternatif dalam proses pembayarannya. Temuan penelitian akhirnya memperlihatkan sebuah pola menarik.
Promosi dapat menjadi pemicu keputusan pembelian konsumen. Terutama ketika promosi dianggap relevan dan bernilai.
Namun, konsumen tetap memiliki peran menentukan keputusan. Promo seharusnya tidak otomatis dianggap sebagai ajakan berbelanja.
Konsumen tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial. Bagi bisnis digital, temuan ini menjadi catatan penting.
Promosi yang tepat dapat meningkatkan daya tarik produk. Bagi konsumen, temuan tersebut menjadi pengingat sederhana.
Tidak semua promo berarti kebutuhan harus segera dipenuhi. Sebab, harga yang terlihat lebih murah tetap membutuhkan keputusan.
Pada akhirnya, promo hanya membuka pintu pembelian. Keputusan untuk masuk tetap berada di tangan konsumen.
Sumber Jurnal: Effect of Perceived Ease of Use, Promotion, and Truston Fashion Product Purchasing Decisions Among Shopee PayLater Users in Sidoarjo
Penulis: Indah Nurul Ainiyah










