Bisnisdigital.umsida.ac.id – Di tengah masifnya penggunaan teknologi pemasaran digital, otomatisasi sering dianggap sebagai strategi paling praktis untuk menjangkau calon konsumen.
Melalui email blast, perusahaan dapat mengirim pesan promosi kepada banyak penerima dalam waktu singkat, biaya relatif rendah, dan proses yang lebih mudah dikelola.
Namun, penelitian berjudul “Implementasi Strategi Email Blast dalam Promosi Produk Sertifikasi HRD Online di CV. ABC” yang dilakukan oleh Istian Kriya Almanfaluti SKom MKom, dosen Program Studi Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), menunjukkan bahwa strategi tercepat tidak selalu menjadi strategi paling efektif.
Penelitian tersebut membahas penggunaan email blast dalam promosi produk sertifikasi HRD online di CV. ABC.
Dalam praktiknya, perusahaan menggunakan database calon peserta untuk menyebarkan informasi program melalui platform otomatis seperti kirim.email dan Jagoan Hosting.
Secara teknis, cara ini membantu perusahaan menjangkau audiens secara lebih luas.
Meski demikian, tantangan muncul pada aspek deliverability email, yaitu kemampuan email untuk masuk ke inbox utama penerima.
Sebagian email yang dikirim melalui sistem otomatis justru masuk ke folder spam atau promosi, sehingga peluang untuk dibaca menjadi lebih kecil.
Baca juga: Data Privacy dan Hyper-Personalization, Saat Iklan Digital Terlalu Mengenal Konsumen
Otomatisasi Tidak Selalu Paling Efektif

Dalam pemasaran digital, otomatisasi tetap memiliki peran penting.
Perusahaan dapat mengatur jadwal pengiriman, mengelola daftar penerima, dan memantau aktivitas kampanye secara lebih sistematis.
Bagi bisnis jasa seperti sertifikasi HRD online, email blast juga memudahkan penyampaian informasi mengenai jadwal, manfaat program, dan mekanisme pendaftaran.
Namun, penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas email marketing tidak cukup hanya diukur dari jumlah pesan yang berhasil dikirim.
Ukuran yang lebih penting adalah apakah email tersebut benar-benar sampai ke inbox utama, dibuka oleh penerima, dan mampu mendorong respons.
“Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa promosi digital tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan dan jumlah pengiriman, tulisnya.
“Email harus sampai di ruang yang tepat, memiliki pesan yang relevan, serta tidak terbaca sebagai promosi massal yang mengganggu,” jelas Istian.
Email Manual Lebih Personal Terukur

Temuan menarik dari penelitian ini adalah pengiriman email secara manual dengan jumlah penerima terbatas justru memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke inbox utama.
Cara ini memang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan platform otomatis, tetapi pola pengirimannya terlihat lebih wajar dan tidak terlalu masif.
Hal ini menjadi catatan penting bagi pelaku bisnis digital.
Selama ini, banyak strategi pemasaran terlalu fokus pada efisiensi, tetapi mengabaikan kualitas penyampaian pesan.
Padahal, dalam promosi jasa, kepercayaan dan kedekatan komunikasi menjadi faktor penting.
Pengiriman manual juga memungkinkan perusahaan menyesuaikan isi pesan dengan karakter calon penerima.
Email tidak hanya berisi penawaran, jadwal, dan ajakan mendaftar, tetapi dapat disusun lebih personal, informatif, dan sesuai kebutuhan audiens.
Lihat juga: Strategi Digital Marketing melalui TikTok Live dan Word of Mouth
Kombinasi Strategi Digital Jadi Kunci
Penelitian ini tidak berarti menolak penggunaan email blast otomatis.
Justru, temuan tersebut menunjukkan bahwa otomatisasi perlu dikelola secara lebih hati-hati agar tidak menurunkan kualitas komunikasi promosi.
Perusahaan perlu memperhatikan segmentasi audiens, reputasi pengirim, volume pengiriman, waktu pengiriman, hingga struktur isi email.
Jika email terlalu komersial atau dikirim secara berlebihan, sistem penyaring email lebih mudah mengarahkannya ke folder spam atau promosi.
Pada akhirnya, strategi terbaik dalam email marketing bukan selalu yang paling cepat, tetapi yang paling tepat.
Perusahaan perlu menggabungkan efisiensi teknologi dengan pendekatan yang lebih personal dan terukur.
Temuan riset Umsida ini menjadi pengingat bahwa di tengah era otomatisasi, sentuhan manusia dalam komunikasi digital tetap memiliki nilai penting.
Sumber jurnal: Implementasi Strategi Email Blast dalam Promosi Produk Sertifikasi HRD Online di CV. ABC
Penulis: Indah Nurul Ainiyah










